Kalo boleh jujur ya, gue sering banget nge-search 'cerpen pemberi harapan palsu' tapi
yang di dapet cuma dikit. Okey, gue pengen nge-share cerpen karya gue sendiri.
....
Hari pertama sekolah, Dara melihat di mading dimana ia mendapatkan kelas barunya. Dan terlihat jelas disana ia mendapatkan kelas unggulan yaitu VII-1. Sontak ia pun bergegas masuk ke ruang kelas, kelas masih sepi. Yap, karna ia memang sengaja untuk datang lebih awal agar ia mendapatkan tempat yang paling didepan.
“Hey?” Sapa cowok dipojok kanan sana, Dara menoleh dan berjalan menuju cowok itu.
“Ya? Kenapa?” Tanya Dara, jujur. Ia sebenernya bukan orang yang pandai bergaul. Bahkan temannya sewaktu di sekolah dasar bisa dihitung menggunakan jari.
“Gapapa, Nama lo siapa? Gue Bisma. Bisma Prasetya hehe” cowok ini tersenyum dan menampakkan giginya yang rapi.
“Gue Dara, Sandara Axellia.” Balas Dara seadanya.
“Oh Dara ya” ucap Bisma lalu pergi entah kemana, Dara pun iku meninggalkan bagku pojok kanan itu.
“Abel!” Pekik Dara yang melihat temannya berada dikelas unggulan ini.
“Dara? Sini! Elo duduk sama gue aja..” Ucap Abel, pun menurut lalu duduk dibangku nomor dua kebelakang(?).
“Ternyata elo masuk sini ra, kenapa elo gak bilang sih?” Tanya Abel.
“Gue nggak punya nomer lo.” Jawab Dara.
Bel masuk pun berbunyi, semua murid telah masuk kedalam ruang kelas VII-1 ini.
“Hey kenalin gue Lala elo?” Sapa gadis yang duduk didepan mereka.
“Gue Abel, dan ini Dara. Salam kenal ya” balas Abel dengan senyuman behelnya.
-o0o-
Kelas memang masih belum kosong karena masih ada Dara dan Bisma disini, saat ini jam istirahat.
“Dara? Kenapa elo enggak keluar? Kan udah jam istirahat.” Tanya Bisma lalu berjalan menghampiri bangku Dara.
“Gue bawa bekel dari rumah bis, elo mau?” Tanya Dara dan memberikan kotak makannya ke Bisma.
“Engga makasih, itu kan punya lo. Gue duduk disini bentar boleh kan? Bosen kalo sendiri disana hehe.” Tanya Bisma
“Silahkan aja sih.” Dara pun membuka kotak makanan nya dan melahap isi didalam kotak itu.
“Udah selesai?” Tanya Bisma, Dara hanya mengangguk.
“Boleh minta nomer lo nggak?” Tanya Bisma, Dara pun merobekan kertas dan menuliskan sesuatu di sana.
“Ini, oiya gue kekamar mandi dulu ya bis..”
...
Saat ini Dara sedang dirumah, setelah pulang Sekolah tadi.
Teneng, ada pesan masuk dari nomer yang ia tidak kenal.
• Ini Dara kan ya?
Dara pun membalas nya.
• Iya, ini siapa?
Teneng, pesan masuk lagi.
• Ini gue Bisma, elo udah makan? Udah shalat?
Deg, pertanyaan ini mengejutkan bagi Dara. Karna baru Bisma Cowok yang menanyakannya seperti itu selain Papanya sendiri.
• Makan? belom sih bis. Kalau shalat alhamdullilah udah. Elo sendiri gimana?
Belum sempat dara meletakan handphonenya Bisma lebih dahulu membalas pesan itu. Satu pertanyaan dibenak dara kenapa Bisma bisa mengetik dengan cepat?entalah.
• Yah kok belom makan sih, nanti sakit loh. Makan sana, gue alhamdullilah udah juga hehe.
Dara pun tak berminat untuk membalasnya, malah ia memilih untuk tidur siang.
Setelah bangun ia mendapatkan 4 pesan baru.
• Dara lo marah ya?maaf ya.
• Dara plis maafin gue.
• Ra?
• Maaf yaa:(
Dara pun tersenyum dan membalas pesan tersebut.
• Gue engga marah kok, cuma tadi ketiduran. Lagian buat apa gue marah? Kan elo gaada salah hehe.
Teneng, secepat itukah bisma mengetik pesan?
• Oh gue kira marah, eh temen yang duduk sebangku sama lo siapa sih? Yang pakai behel.
Dara pun membalasnya.
• Itu Abel, kenapa? Suka ya? Dia mah udah punya pacar bis. Namanya Dicky.
Setelah beberapa menit dara menunggu balasan dari Bisma yang tak kunjung datang ia pun memutuskan untuk mandi dan shalat.
....
“Ra? Sini deh!” Seru Bisma.
“Kenapa? ” Tanya Dara lalu menghampiri Bisma, saat ini mereka sedang di kantin.
“Kalau gue lagi suka sama cewe sebaiknya di pendem atau diungkapin?” Tanya Bisma.
"Ungkapin aja, dari pada dipendem nanti sakit sendiri. lebih baik coba buat ngungkapin ya walaupun sakit tapi pasti ada perasaan lega tersendiri" jawab Dara
''Lo lagi suka sama seseorang ya bis?" tanya Dara
"Iya, gue suka sama Abel. bingung sih kok gue bisa suka sama cewe yang udah punya pacar. tapi ya mau digimanain lagi? rasa ini datengnya tanpa diduga-duga" jawab Bisma sambil tersenyum.
"Terus berjuang bis, tanpa nyakitin perasaan orang lain" ucap Dara dengan semangat.
"Makasih udah mau dengerin curhatan gue ra hehe, oh iya gue duluan ya" kata Bisma lalu pergi meninggalkan dara yang menatapnya dari kejauhan.
"dan pada akhirnya gue tau kalo kenyataannya elo suka sama sahabat gue. buat apa semua kata-kata itu? gue emang terlalu kegeeran jadi orang sampai gasadar kalo kemarin cuma pertanyaan biasa. bukan Bisma kan yang PHP, cuma gue yang terlalu kegeeran" ucap Dara tersenyum miris
-end-
cerita aneh yang gue buat pertama kali diblog, HAHA.
Alurnya terlalu cepat ya?
btw, follow account wattpadku dong h e h e @syarhs thx.
Sabtu, 26 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar